Pusat Penelitian AI IT Del kembali mendorong
pengembangan inovasi berbasis kecerdasan buatan melalui AI Hackathon IT
Del 2026. Kompetisi ini terbuka bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin
mengembangkan solusi teknologi untuk mendukung kemajuan ekosistem pariwisata
Indonesia.
Mengusung tema “Build Smart Solution, Shape the Future of Tourism”, peserta
ditantang mengembangkan solusi AI untuk menjawab kebutuhan sektor pariwisata.
Kompetisi digelar dalam dua tahap, yakni Preliminary Round secara daring dan
Final Round secara luring di IT Del.
Pada babak final, peserta akan mempresentasikan
prototipe fungsional dan melakukan demo secara langsung di hadapan dewan juri. Para
finalis juga mendapatkan akses terhadap infrastruktur komputasi berperforma
tinggi DGX B200 IT Del untuk melakukan deployment solusi yang dikembangkan
sebagai bagian dari proses demo dan penilaian.
Pemenang Del AI Hackathon 2026
Juara 1 – TourCation
Tim mengangkat persoalan rendahnya minat wisatawan
memilih Sumatera Utara sebagai destinasi, meski memiliki potensi besar seperti
Danau Toba. Untuk mengatasinya, mereka mengembangkan algoritma optimasi
yang mengintegrasikan tiga platform, yakni wisatawan, UMKM, dan pemerintah.
Juara 2 - Law Hunter
Tim tersebut mengembangkan aplikasi Toba Wise AI,
sebuah sistem rekomendasi berbasis kecerdasan buatan yang membantu wisatawan
menemukan berbagai destinasi wisata di kawasan Danau Toba.
Aplikasi ini hadir untuk mengatasi minimnya informasi
mengenai sejumlah destinasi yang belum banyak dikenal wisatawan, sekaligus
menyediakan sistem pemeringkatan yang dapat meningkatkan visibilitas destinasi
wisata dan UMKM lokal.
Juara 3 - Prompter Nabisuk
Tim mengembangkan TIUR (Toba Insight for
Understanding Reviews) untuk mengolah ulasan wisatawan menjadi data
terstruktur sebagai dasar pengelolaan destinasi pariwisata yang lebih tepat dan
berbasis data.
Aplikasi ini bekerja melalui tiga tahapan utama, yaitu
mengintegrasikan dan menyiapkan data ulasan sesuai destinasi, menganalisis
setiap ulasan menggunakan Large Language Model (LLM) untuk
mengidentifikasi aspek layanan, serta menyajikan hasil analisis melalui
antarmuka tanya jawab berbahasa Indonesia.
Tinggalkan Komentar